Menpora Cabut SK Pembekuan PSSI?

menpora-akan-cabut-sk-pembekuan-pssi

Sejak pemerintah menerbitkan SK Pembekuan PSSI pada akhir Mei 2015 lalu, kondisi persepakbolaan di Indonesia sontak menjadi sepi dan menimbulkan berbagai reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya disampaikan melalui situs petisi online change.org yang disampaikan oleh seorang supporter bernama Ade Chandra.

Dalam petisi tersebut dia menulis:

Saya hanya suporter dan penikmat sepakbola Indonesia yang hanya ingin melihat hiburan itu dikembalikan seperti semula dan pada tempatnya. Karena dengan sepakbola lah kami bisa terhibur.

Anda ( Menpora ) lihatlah banyak korban yang harus dikorbankan atas perilaku anda, dan anda tidak melihat itu semua, dan anda hanya melihat satu kelompok saja.

Karena mengacu pada salah satu keputusan PTUN, Menpora wajib mencabut SK sanksi administratif terhadap PSSI yang telah diterbitkan. maka otomatis Menpora dalam hal ini harus menghormati keputusan tersebut.

Maka dari itu, mari kita sama-sama membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik dengan cara yang benar.

Karena kami (Pecinta Sepakbola Indonesia) sudah sangat rindu akan atmosfer tribun untuk menikmati sepakbola Indonesia sesungguhnya.

Lalu apa tanggapan Menpora terkait petisi yang mendesaknya mencabut SK pembekuan PSSI?

Terimakasih. Saya kira itu suatu harapan dari mereka dan saya memahami bahwa itu suatu ungkapan bahwa kompetisi harus berjalan,” kata Imam Nahrawi kepada Agen Judi Bola beberapa waktu lalu.

“Tetapi perlu diingat kalau pemerintah, Kemenpora, Tim Transisi, atau pihak-pihak lain yang ingin melaksanakan turnamen tolong tidak ada yang mencegat, mencegah, apalagi menakuti klub untuk tidak terlibat. Tolong hentikan itu,” tandas Menpora.

Imam Nahrawi yang pernah dituding mengijinkan judi bola di Indonesia ini, juga menilai dibekukannya PSSI tidak lantas membuat sepakbola di tanah air mati. Buktinya, lanjut Menpora, di daerah-daerah semakin banyak kalangan masyarakat yang menggelar turnamen.
Pemerintah juga mendesak PSSI agar tidak ada lagi gaji pemain yang telat dibayar klub. Jika dua persyaratan tersebut diterima PSSI, Imam berjanji mencabut SK Pembekuan.

“Federasi (PSSI) harus mau bertindak tegas kepada klub, jadi tidak ada masalah atau keluhan lagi dari para pemain,” kata Imam kepada Agen Judi Bola.

Dalam website resmi PSSI, Ketua Umum La Nyalla Mattalitti setuju memenuhi tuntutan pemerintah. Menurut La Nyalla, tuntutan apapun akan selalu dijalankan PSSI selama tidak keluar dari koridor statuta FIFA.

“Saya sangat setuju dengan persyaratan tersebut. Saya ini sedang istiqomah menegakkan statuta dan aturan yang jelas,” ujar La Nyalla kepada Agen Judi Bola.

Perseturuan antara PSSI dan Kemenpora nampaknya perlahan mulai terurai. Memasuki awal tahun 2016, kedua lembaga itu sepakat untuk membenahi sepak bola nasional.

Titik terang masa depan sepakbola nasional yang tengah dalam pembekuan FIFA mulai terlihat setelah Menpora Imam Nahrawi memberikan garansi terkait pencabutan SK Pembekuan PSSI. Sanksi administrasi yang dikeluarkan pemerintah pada Agustus 2015 itu membuat kompetisi sepak bola dalam negeri mati suri.

Sementara itu Persis Solo mendukung digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sebagai jalan terakhir untuk menyelamatkan sepak bola nasional. Suara KLB PSSI mengemuka karena konflik antara PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga  tidak kunjung mencair. Akibatnya, kompetisi tidak akan pernah digelar.

Kepada Agen Judi Bola, Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, perusahaan pengelola Persis, Paulus Haryoto, pada Selasa (26/1) mengatakan: ”Itu ending-nya, tetap KLB. Kecuali, Menpora  mencabut pembekuan terhadap PSSI,”

Menurut Paulus, Menpora ingin ada perbaikan sepak bola nasional secara menyeluruh. Jika hal tersebut belum bisa dilakukan, maka kompetisi juga tidak akan berjalan, dan hanya diramaikan dengan turnamen-turnamen saja.
”Yang berhak menggelar kompetisi kan PSSI,” ujar dia kepada Agen Judi Bola.

[Total: 2    Average: 5/5]

we-chat-agen-judi-bola kakaotalk-agen-judi-bola line-agen-judi-bola skype-agen-judi-bola icon-agen-judi-bola